Jumat, Juli 12, 2013

TUGAS SOFTSKILL : ETIKA DAN PROFESIONALISME TSI

ETIKA & PROFESIONALISME TSI

Nama Kelompok :
Anggi Trimorgan (15109232)
Anita Puspitasari (15109728)
Muhamad Yazir Rizki (16109801)
Septia Raegina (10109126)

Dosen Pengajar : Dewi Agushinta R. 

Dalam tugas ini berisi tayang video yang menjelaskan tentang Teknik Phishing dan contoh kasusnya.

berikut videonya check it out :



dan ini skenario nya


SKENARIO

Minggu, Juni 16, 2013

Teknik Penerapan Estimasi Pada Proyek

Teknik – Teknik Estiminasi
  • Algorithmic models : menggunakann ‘effort driver’ yang menggambarkan karakteristik dari sistem target dan lingkungan implementasi untuk memprediksi biaya.

  • Expert  judgement : Katakanlah bahwa anda merupakan orang yang memiliki pengalaman yang luas dalam membuat program “report generation modules”. Anda melakukannya dengan pendekatan merancang report tersebut dan memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat program tersebut. Setelah mempelajari rancangan program selama 5 menit, programmer lalu menutup matanya selama 5 menit (dia tidak tidur, tetapi berhitung), dan kemudian mengatakan “15 hari”. Inilah yang disebut Keputusan Profesional murni. Keuntungan dari teknik ini adalah cepat , dan jika seseorang sudah ahli dalam teknik ini, maka estimasinya pasti akan lebih akurat. Sedangkan kerugian dari teknik ini adalah bahwa anda membutuhkan seorang ahli yang berpengalaman dalam bidang ini, dan beberapa ahli tersebut akan bekerja keras untuk mendapatkan estimasi yang tepat. Metode ini digunakan ketika melakukan estimasi biaya yang diperlukan untuk mengubah sebagian software yang masih eksis. Estimator akan memberikan beberapa analisis dampak berdasarkan pendapat yang proporsional dengan kode yang ditambahkan. Seseorang yang telah terbiasa dengan software tersebut yang lebih tepat untuk mengerjakannya. 

  • Analogy Jalan keluar dari ketergantungan pada orang dan untuk membuat estimasi lebih khusus, yaitu anda harus mengerti tentang sejarahnya. Tulislah berapa lama masing-masing tugas dapat diselesaikan dan siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut. Anda dapat membandingkan tuagas yang akan diestimasik dengan tugas yang sama yang dikerjakan lebih awal, setelah itu mulailah dengan melakukan estimasi. Hal ini dimaksudkan agar anda menjabarkan suatu proyek ke dalam beberapa tugas yang biasanya diulang dan mudah untuk dibandingkan. Penggunaan analogi disebut juga case-based reasoning. Estimator mencari proyek-proyek yang telah selesai dikerjakan (sumber) yang memiliki karakteristik hampir sama untuk referensi proyek baru (target). Biaya yang telah dilaporkan yang sesuai dengan kasus sumber dapat dijadikan pijakan estimasi proyek target. Estimator kemudian melakukan identifikasi perbedaan sistem target dengan sumber, selanjutnya menetapkan estmasi dasar untuk menghasilakan estimasi biaya proyek baru.  Masalahnya adalah bagaimana mengidentifikasi kemiripan dan perbedaan yang sesungguhnya pada aplikasi yang berbeda, khususnya bila ada banyak proyek masa lampau sebagai gambaran. Untuk mengidentifikasi sumber yang paling dekat dengan target  biasanya menggunakan ukuran jarakEuclidian  : 
    Distance = square-root of ((target_parameter1 – source_parameter1)+ …. + (target _parametern – source_parametern)2)              

  • Parkinson : mengidentifikasi kelayakan biaya staf untuk mengerjakan proyek dan menggunakannya sebagai estimasi   (bukan merupakan metode prediksi biaya yang sebenarnya).

  • Price to win : estimasi harus kelihatan cukup rendah untuk memenangkan kontrak.  

  • Top-downPendekatan top-down normalnya dihubungkan dengan dengan model parametric (algoritma). Biaya yang diperlukan untuk implementasi proyek akan dikaitkan terutama dengan variabel yang berhubungan karakteristik sistem final. Bentuk dari model parametrik biasanya berupa satu atau lebih formula dalam bentuk : 
    Effort   (system size) x (productivity rate) 
    Suatu model untuk memperkirakan biaya pengembangan perangkat lunak memiliki 2 komponen utama. Pertama, metode untuk menaksir ukuran pekerjaan pengembangan perangkat lunak (software) dan menaksir laju pekerjaan yang berhasil dikerjakan. Beberapa model parametrik (seperti Function Point ) berfokus pada sistem maupun ukuran pekerjaan, sementara metode lain (seperti COCOMO) lebih berkonsentrasi pada faktor produktifitas. 

  • Bottom-up : Pendekatan bottom-up memecah proyek ke dalam komponen-komponen tugasnya dan kemudian menghitung berapa banyak biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan  setiap tugas tersebut.  Untuk proyek besar, proses pemecahan akan berulang hingga mendapatkan komponen yang bisa dieksekusi oleh  satu orang selama 1 hingga 2 minggu. Setiap komponen tugas dianalisa hingga komponen sub tugasnya, yang menghasilkan Work Breakdown Schedule(WBS). Bagian bottom-up muncul ketika terjadi penjumlahan biaya yang dihitung dari setiap aktifitas untuk memperoleh estimasi keseluruhan. Pendekatan ini lebih cocok digunakan di bagian akhir tahap perencanaan proyek. Jika digunakan pada awal siklus proyek, beberapa karakteristik sistem final harus diasumsikan. 

Ada beberapa rumus yang digunakan dalam software estimasi. Software yang baik untuk diketahui adalah COCOMO (Referensi 15). COCOMO dapat digunakan untuk memperkirakan biaya proyek, usaha (person months), jadwal, dan jumlah staf untuk masing-masing fase berikut ini :


  • Preliminary Design - our Analysis Phase
  • Detailed Design (DD) - our Design Phase
  • Code and Unit Tes (CUT) - same as ours
  • System Test - our System Test and Acceptance Phase
Tugas PPSI - Yulia Charli

16109801 - Muhamad Yazir Rizki
4KA03

Estimasi Pada Proyek

Estimasi adalah proses meramalkan atau memperkirakan waktu dan biaya untuk menyelesaikan berbagai deliverabel proyek. Estimasi merupakan sebuah proses pengulangan. Pemanggilan ulang estimasi yang pertama dilakukan selama fase definisi, yaitu ketika anda menulis rencana pendahuluan proyek. Hal ini perlu dilakukan, karena anda membutuhkan estimasi untuk proposal. Setelah fase analisis direncanakan ulang, anda harus memeriksa estimasi dan merubah rencana pendahuluan proyek menjadi rencana akhir proyek.
Estimasi diperlukan untuk :
  • Mendukung keputusan yg baik
  • Menjadwalkan pekerjaan
  • Menentukan berapa lama proyek perlu dilakukan dan berapa biayanya
  • Menentukan apakah proyek layak dikerjakan
  • Mengembangkan kebutuhan arus kas
  • Menentukan seberapa baik kemajuan proyek
  • Menyusun anggaran time phased dan menetapkan baseline proyek.

Faktor-faktor yg mempengaruhi kualitas estimasi
  1. Horizon Perencanaan
  2. Durasi proyek
  3. Orang
  4. Struktur dan organisasi proyek
  5. Menaikkan estimasi
  6. Budaya organisasi
  7. Faktor lain
Panduan estimasi waktu, biaya dan sumber daya
  1. Tanggung jawab
  2. Menggunakan beberapa orang untuk mengestimasi
  3. Kondisi normal
  4. Unit waktu
  5. Independensi
  6. Ketidakpastian (contingency)
  7. Menambahkan penilaian risiko pada estimasi membantu menghindari kejutan pada stakeholder
Contoh Estimasi Biaya Usaha Warnet















































































KeteranganRp 
Pc server + 5 client                                                               23,000,000.00
Pc  Microtic                                                                 1,000,000.00
cable baldon usa                                                                     980,000.00
Rj 45                                                                     400,000.00
Hup D- Link                                                                     450,000.00
Kabel listrik                                                                     650,000.00
Meja Server (1 buah)                                                                     450,000.00
Meja Client Lesehan 5 Buah                                                                     800,000.00
cat + renovasi                                                                  1,000,000.00
speedy1 Bulan                                                                 1,200,000.00
sewa tempat                                                                 5,000,000.00
biaya instalasi + billing                                                                 1,200,000.00
jumlah                                                                36,130,000.00
Estimasi 
Jam buka warnet24 Jam
Est. pengunjung10 Jam
tarif warnet / jam3000
Est. penghasilan/hari10 x 5 x 3000  x 30 = 4500000
pengeluaran/ Bulan
biaya speedy 1200000
biaya listrik350000
gaji pegawai1400000
jumlah 2950000
4500000 - 2950000 = 1550000
Estimasi BEP = Biaya awal di bagi income/ bln36130000/1550000 =25,9 
Estimasi BEP = 24 Bulan


Tugas PPSI - Yulia Charli

16109801 - Muhamad Yazir Rizki
4KA03

Minggu, Januari 20, 2013

COBIT® (Control Objectives for Information and related Technology)

    Dibuat oleh Information Systems Audit and Control Foundation (ISACF®) pada tahun 1996. Edisi kedua dari COBIT diterbitkan pada tahun 1998. Pada tahun 2000 dirilis COBIT 3.0 oleh ITGI (Information Technology Governance Institute) dan COBIT 4.0 pada tahun 2005. Rilis terakhir COBIT 4.1 dirilis pada tahun 2007.

    COBIT merupakan standar yang dinilai paling lengkap dan menyeluruh sebagai framework IT audit karena dikembangkan secara berkelanjutan oleh lembaga swadaya profesional auditor yang tersebar di hampir seluruh negara. Dimana di setiap negara dibangun chapter yang dapat mengelola para profesional tersebut.

    Beberapa Tools yang membantu dalam melakukan Audit TI

    Computer-assisted audit techniques (CAATs) atau computer-assisted audit tools and techniques (CAATTs) adalah sebuah alat atau metode untuk membantu proses audit. CAATs umumnya menyediakan software produktifitas kantor seperti spreadsheet(sejenis Excel atau Numbers), word processors (sejenis Word atau Pages) dan program edit teks, serta berbagai paket software yang unggul lainnya yang berguna dalam menganalisa statistik dan sebagai peralatan permudah bisnis.

    Standard tools tersebut dikembangkan sebagai framework yang disusun berdasarkan best pratices dari hasil riset serta pengalaman bertahun-tahun dalam kegiatan audit TI. Framework tersebut tentunya mengalami penyempurnaan yang berkelanjutan sebagai upaya menciptakan standar yang semakin baik, efektif dan efisien.

    Sabtu, Januari 05, 2013

    Review Jurnal Ilmiah : Gateway Pembayaran Online digunakan untuk Memfasilitasi Transaksi E-Commerce dan Meningkatkan Manajemen Resiko

    IDENTITAS JURNAL 

    Judul Jurnal : "Online Payment Gateways Used to Facilitate E-Commerce Transactions and Improve Risk Management"
    Penulis : Paul Benjamin Lowry, Taylor Michael Wells, Greg Moody, dan Sean Humpherys
    Penerbit : CAIS (Communications of the Association for Information Systems)
    Tahun Penerbitan : January 2006
    Volume / Nomor : 17 / 06
    Halaman : 1 s.d. 46

    ANALISIS JURNAL ILMIAH

    I. PENDAHULUAN
            Pada saat ini, transaksi online di internet mengalami kemajuan yang pesat dan sangat signifikan. Oleh karena itu akan sangat dibutuhkan adanya transaksi yang aman, dan lebih mementingkan sistem pembayaran online yang kompleks. Pembayaran online merupakan sebuah subproses dari transaksi komersial yang terkait dengan transfer uang secara online antara penjual, pembeli, institusi finansial, dan pihak perantara. E-credit merupakan bentuk pembayaran online yang paling sering digunakan dan diterima, dan sekarang ini telah mencapai 90% dari seluruh pilihan transaksi pembayaran online yang ada. Secara umum jurnal ini lebih membahas mengenai pilihan e-credit dan keuntungan yang bisa didapatkan oleh para pebisnis dari metode pembayaran online sekarang ini dan sistem pembayaran online yang akan datang.